Kamis, Juli 31, 2008

Fakta dan Tantangan Calon Presiden 2009 Republik Indonesia

Pemilihan secara langsung Presiden 2009 sudah didepan mata, tapi sebelum itu pemilihan untuk anggota DPR, DPD dan DPRD dahulu. Partai - partai sudah mulai sibuk menyusun strategi untuk menyambut Pemilihan Umum 2009 nanti , dari Mukernas, Rakerda , konsolidasi hingga pemasangan spanduk-spanduk di jalan raya [...]


Di Media massa dan media TV pun sudah mulai bermunculan iklan-iklan baik itu iklan partai politik maupun iklan tokoh-tokoh untuk maju menjadi Capres 2009 atau hanya sekedar memperkenalkan diri sambil mengusung tema-tema kesejahteraan untuk memikat hati para pemirsa TV.

Memang mimpi untuk menjadi presiden bukanlah hal yang dilarang , untuk langkah awal maka mulai memperkenalkan diri ke khlayak ramai dengan media TV maupun dengan media massa ambil saja beberapa contoh yang sudah sering kita saksikan di Televisi seperti : Sutrisno Bachir, Rizal Malarangeng dan masih banyak lagi, tentu saja untuk memasang iklan di TV membutuhkan banyak biaya apalagi kalau iklan tersebut ditayangkan berulang-ulang berapa banyak biaya yang harus dihabiskan , yang menjadi pertanyaan darimanakah biaya kampanye para calon presiden untuk berkampanye.

Untuk satu contoh ada artikel yang mengisahkan sdr. Siswono Yudhohusodo pernah manghabiskan dana sebesar 75 miliar rupiah untuk membiayainya menjadi calon wakil presiden bersama Amien Rais Calon presiden pada tahun 2004 , dana sebesar itu didaftarkan dengan resmi sehingga jelas asal muasalnya , tidak semua orang dapat menyamai prestasi jujur seperti siswono karena memang tercatat kekayaannya sebesar 75 miliar rupiah , lalu bagaimana dengan para calon yang lain dari mana mendapat dananya ?

Di media juga telah dibuka kisah bahwa calon seorang gubernur biasanya harus menyediakan uang sebesar 100 miliar rupiah untuk dapat melanjutkan niatnya melanggeng menjadi calon gubernur . Dana sebesar itu kalau menurut orang yang berakal sebenarnya sudah cukup untuk mencukupi kebutuhan hidup bahkan lebih , lalu kenapa harus tetap bersikukuh ingin menjadi penguasa , bukankah gaji seorang presiden saja tidak akan lebih dari 100 juta perbulan.

Pasti ada sesuatu iming-iming daya tarik yang menyebabkan mengapa gaji sekian saja dikejar dan didambakan , pasti ada sesuatu yang lebih besar , mungkin jawabannya adalah kekuasaan yang tidak dipunyai oleh jabatan lain diluar jabatan presiden , mungkin bukan lalu apa ?

Jawabannya adalah APBN ( Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara - State Budget of Revenues and Expenditures ) , yang pada 02 oktober 2007 telah diestimasi untuk tahun 2008 , APBN kita akan defisit pada 1.7 persen dari Gross Domestik Product atau Rp 75 Triliun . Inilah sebuah nirwana yang diimpikan oleh para calon pejabat untuk bisa dikutak-katik , meskipun akan defisit sekian banyaknya , APBN adalah suatu daya pikat yang sungguh amat menarik bukan yang lain bukan pula kekuasaan.

Selama ini APBN susah untuk bisa menyentuh rakyat , paling rendah hanya sampai tingkat kelurahan bukan dibawahnya , apakah tukang sayur dan penjual daging di pasar-pasar merasakan APBN ? Apakah mereka ini mengetahui apa itu APBN

APBN adalah kong kali kong antar segerombolan pejabat dengan segerombolan pejabat yang lain. Biasanya antara pemerintah di daerah dengan pemerintah di pusat / ibu kota Negara. Antara pemerintah daerah dengan para cerdik pandai melalui kantor-kantor konsultan yang "menciptakan proyek-proyek" . Para konsultan ini sabar saja menunggu sehingga beberapa tahun kedepan, sampai disetujui oleh birokrat-birokrat pemerintah pusat dan DPR. Dimulai sejak proposal diajukan oleh pemerintah daerah ke BAPPENAS.

Yang biasa ditambah dengan uang tunai berkoper-koper. Kemudian akan dicantumkan yang sejak dulu dikenal dengan istilah Blue Book, entah sekarang disebut apa. Kalau ini sudah di acc. maka, terjaminlah masuk dalam DIP (Daftar Isian Proyek). Itu semua sudah berarti sebuah sebutan lain yang juga amat terkenal saat ini: CASH BACK!! Semua prosedur yang kira-kiranya seperti itu atau mirip, tidak pernah diketahui oleh khalayak ramai.

Memang hal-hal tersebut diatas merupakan bukan lagi isu yang tidak bisa dibuktikan, tapi pada kenyataannya sekarang KPK telah banyak mengungkap kasus mega proyek yang tersangkanya kebanyakan pejabat ataupun orang dekat dengan pejabat baik di pemerintahan maupun di legislatif.

Untuk Calon Presiden terpilih nanti ditahun 2009 hal-hal seperti inilah yang seharusnya menjadi prioritas untuk diperbaiki dan dimusnahkan , dan kedepan untuk KPK sudah seharusnya dirubah bukan saja hanya memeriksa pejabat dari level menengah ke bawah tapi juga seluruh pejabat negara sehingga tercipta Good Govermance, dan pemerintahan bersih dari korupsi , dengan membuat sistem yang transparan sehingga khalayak ramai dapat mengetahuinya.

Sumber : disini

0 comments:

Poskan Komentar