Senin, Juli 28, 2008

Transnasional Islam dan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Menjelang sebelum dan sesudah Pemilu , kini banyak dari kalangan partai terutama partai islam untuk mengajak dan mencari simpatisan dari para konstituennya baik itu dari tahun 80-an hingga sekarang masih memakai cara-cara lama yaitu mengusung penegakan Syariat Islam dan terbentuknya khilafah (imperium islam dunia) , dimulai dari kampus-kampus negeri maupun kampus-kampus swasta , inilah yang membuat keprihatinan warga NU (Nahdlatul Ulama) , karena hal tersebut akan mengancam keutuhan negara dan budaya Indonesia yang majemuk [...]


Belum lama ini tepatnya pada hari sabtu , 19 Juli 2008 di pondok pesantren sinarmiskin kota Bandung diadakan Diskusi Islam kebangsaan dengan Tema "Membongkar Kedok Gerakan Idiologi Islam Trans-Nasional; Bahaya Laten dan Ancamannya terhadap Idiologi Islam Kebangsaan " Yang diadakan oleh Mahasiswa Nahdlatul Ulama (NU) dari ITB, UPI dan UNPAD.

Adapun para pembicara yang hadir dalam diskusi tersebut antara lain :

  1. Drs. Dadang Ahmad Fajar M.Ag (pimpinan ponpes Al-Ukhwuah Cianjur) mengetengahkan tema "Menguak Bahaya Idiologi Wahabiyah Terhadap tradisi Islam Indonesia.
  2. I susnengtiko (Mantan ketua tim pemenangan pemilu PKS kota bandung) mengetengahkan tema "Membongkar kedok penyimpangan Faham Idiologi Islam PKS
  3. Dr. Nurrohman , MA (Direktur LAKPESDAM NU Jawa Barat ) mengetangahkan tema : "Membumikan Laju dan Eksistensi kebudayaan Islam Lokal (NU) .
  4. Novriantoni Kahar Lc (Intelektual Muda Al Azhar Cairo) Mengetengahkan tema " Islam Politik (PKS) bahaya terhadap demokratisasi Islam Kebangsaan"
Dari pemaparan tema diatas ternyata dari pandangan Kyai NU yang hadir diacara tersebut menyampaikan banyak keluhan diantaranya perubahan sikap putra-putrinya terutama yang sedang kuliah diperguruan tinggi negeri seperti UI , ITB, UGM dan sebagainya yang sudah terpengaruhi oleh idiologi Islam Transnasional , sehingga mereka membenci ajaran orang tuanya sendiri dan mulai menjaga jarak dengan keluarga.

Tindakan selanjutnya dari langkah tersebut sejumlah Mahasiswa NU dari IPB (Institut Pertanian Bogor ), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negri Yogyakarta (UNY) menyepakati dibentuknya wadah untuk bekerja sama antara aktivis mahasiswa NU sejawa yang diberi nama Forum Komunikasi Mahasiswa Nahdlatul Ulama Se-Jawa (FKMNUJ), Disamping itu juga FKMNUJ membuat beberapa posko di berbagai perguruan tinggi negeri berguna untuk mensyiarkan paham Islam Ahli Sunnah Waljamaah (ASWAJA) untuk mengcounter paham Islam Transnasional diberbagai Perguruan tinggi negeri terutama di UI, Selain diperguruan tinggi negeri FKMNUJ dibantu dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) juga melakukan pengkaderan vertikal yaitu dengan turun ke SMA-SMA .

Sumber : Gusmus.net

0 comments:

Poskan Komentar