
Pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh negara yang langsung dirasakan oleh rakyat di daerah terpencil kurang menyentuh akar permasalahan , terbukti masih banyaknya jumlah angka pengangguran, Gizi buruk, kematian , dan gagal panen dan melambungnya harga pangan. Di parlemenpun aturan ekonomi yang dibuatpun tidak pro terhadap rakyat[...]
Setara Institute belum lama ini , membuat survei mengenai kurangnya keberpihakan negara terhadap pembangunan infra struktur ekonomi kerakyatan, survei tersebut dilakukan kepada sekitar 800 responden dari kalangan muda . Dalam laporan hasil survei itu disebutkan sekitar 58,4 persen responden kaum muda yang tinggal di Jabotabek menyatakan bahwa kinerja pembangunan negara soal ekonomi kurang memihak kepentingan rakyat dan 17,18 responden lainnya menyatakan negar tidak memiliki keberpihakan sama sekali, dan 19,4 persen menyatakan negara berpihak kepada kepentingan rakyat.
Malah ironisnya parlemen dalam pembuatan kebijakan ekonomi seperti mencari keuntungan terbukti dengan adanya kasus - kasus korupsi dan tukar menukar kepentingan.
disisi lain kaum muda menyoroti kedaulatan ekonomi Indonesia sudah dikuasai oleh asing , sehingga mendorong agar sudah saatnya untuk menasionalisasi Aset-aset dan produksi untuk kepentingan rakyat secara nasional.
Ini semua merupakan bentuk keprihatinan anak muda dalam hal perekonomian dalam negeri , malah pada kenyataannya kapabilitas pengusaha nasional dalam perekonomian lebih kecil dari pengusaha asing. Sehingga pengusaha asing dapat menguasai pasar di Indonesia.
Sumber : Antara
0 comments:
Poskan Komentar