Jakarta - Iklan PKS yang menampilkan Soeharto sebagai pahlawan dan guru bangsa dinilai sebagai iklan yang menyesatkan. Sosok Soeharto dianggap belum layak sebagai guru bangsa, apalagi pahlawan.
"Iklan ini hanya akan menimbulkan blunder, malah bisa melakukan penyesatan kepada pemuda," kata mantan aktivis PRD, Budiman Sudjatmiko, ketika dihubungi detikcom via telepon, Senin (10/11/2008)
Ucapan Budiman menanggapi iklan PKS yang menampilkan sejumlah foto pahlawan nasional. Dalam iklan itu, sejumlah tokoh itu disebut sebagai pahlawan dan guru bangsa. Salah satu foto yang ikut mejeng adalah foto eks Presiden RI Soeharto.
Menurut Budiman, Soeharto hingga akhir hayatnya teridikasi sebagai pelaku korupsi dan pelanggar HAM berat, maka belum layak diangkat sebagai guru bangsa. Selain itu, menurut aktivis yang jadi tapol saat masa Orde Baru itu, Soeharto tidak patut dijadikan teladan.
"Coba aja minta komentar warga Indonesia, saya yakin lebih dari separuhnya tidak akan setuju," tutur Budiman yang kini bergabung dengan PDIP ini.
Bagi Budiman, tidak semua tokoh harus diangkat menjadi pahlawan. Pasalnya, untuk menjadi pahlawan harus mempunyai syarat tertentu. Demikian halnya dengan guru bangsa.
"Menjadi pahlawan, juga bukan berarti bisa menjadi guru bangsa. Guru bangsa itu sumber spiritual bangsa dan Soeharto tidak layak untuk itu," kata Budiman.
Dibandingkan Soeharto, Budiman menilai tokoh nasional seperti Nurcholish Madjid, Syafi'i Ma'arif, dan Gus Dur lebih layak menjadi guru bangsa.(gun/iy)
Komentar :
Kini bagi rakyat bukan hanya slogan dan tampilan luar saja, tapi rakyat menunggu kerja nyata dari parpol untuk merubah nasib hidup yang realistis dan berdaya guna, dan pembangunan dapat dinikmati siapa saja tanpa membedakan golongan, kini saatnya berubah !
Sumber : Detik.com
Saya simpati n berencana nyoblos PKS. Tapi setelah tahu iklan PKS masukin mbah harto jd pahlawan, ayam sori, ternyata PKS jg oportunis seperti layaknya partai2 kelas orba. Katanya mau nyontoh partainya Obama, tapi kok gak fair gini.
BalasHapusttd
Bonyok
Saya rasa, kalau awalnya pks brmaksud merangkul semua kalangan, termasuk simpatisan suharto dan orba, dgn iklan ini yang terjadi malah sebagian orang yg tadinya bersimpati kepada pks jadi tidak simpati lagi.
BalasHapusEkoz Guevara
BalasHapusSama seperti Kang Bonyok.....
eksperimen konyol dari Fahri hamzah ketua bidang Media PKS ....membuka borok PKS.....
ternyata "reformis" gadungan kayak Fahri Hamzah (ketua Kammi) dan Rama Pratama (BEM UI) yang mati-matian mintak Soeharto lengser dan diadili..menghujat perilaku korup dan jahat kepada lawan politiknya....pada saat demo 1998 ternyata hanya KEMUNAFIKAN belaka....hanya 10 tahun..10 tahun ..dibutuhkan untuk membuka kedok dua Reformis gadungan ini yang setiap kata-katanya bertabur kalimat Allah....what a shame..PKS....Partai Koncone Soeharto...
apa boleh buat....gak nyoblos sudah tahun depan....
IWAN
BalasHapusNamanya juge iklan pasti 'dilirik' klo barangnya bagus, atau 'adem2 aje' klo gak menarik. tapi mnurut gw spektakuler buat iklan PKS kayak gitu kan dongkrak popularitas. sudah saat nya berubah imej ekslusifnya..